Cara Praktis Menghadapi Debt Collector

Debt collector adalah pihak ketiga yang menghubungkan antara kreditur dan debitur dalam hal penagihan kredit, Penagihan tersebut hanya dapat dilakukan apabila kualitas tagihan kartu kredit dimaksud telah termasuk dalam kategori kolektibilitas diragukan atau macet berdasarkan kolektibilitas yang digunakan oleh industri kartu kredit di Indonesia.

Debt Collector biasanya terbagi menjadi dua, yaitu :

  1. Debt Collector yang berstatus sebagai karyawan atau internal,
  2. Debt Collector yang berstatus berdasarkan kontrak/kuasa atau external

Kegiatan debt collector baik yang internal maupun external tadi seringkali menyulitkan konsumen, terutama apabila konsumen masih dalam kondisi kesulitan keuangan sehingga belum mampu membayar angsuran sesuai kewajibannya.

Berikut adalah tugas dan prosedur yang dilakukan departemen collection dalam upaya melakukan  penagihan.

  1. Desk coll. Desk coll mempunyai tugas mengingatkan konsumen atas kewajiban angsuran.  Biasanya kegiatan ini mulai dilakukan 3 hari sebelum jatuh tempo dan 3 hari setelah jatuh tempo angsuran konsumen.  Jika upaya yang dilakukan desk col tidak berhasil, maka selanjutnya penanganan dilimpahkan ke field kolektor baget 1 atau kolektor lancar.
  2. Kolektor  baget 1. Tugas dari kolektor baget 1 yaitu menindaklanjuti upaya yang telah dilakukan oleh Desk col sampai usia keterlambatan konsumen mencapai 30 hari. Kolektor baget 1 melakukan kunjungan ke konsumen untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya keterlambatan angsuran konsumen, Menyerahkan Surat peringatan ke 1 yang dilanjutkan dengan surat peringatan ke 2 apa bila Surat peringatan 1 tidak ditanggapi oleh konsumen, melakukan negoisasi menyangkut pembayaran angsuran, dan menerima pembayaran angsuran konsumen. Untuk konsumen-konsumen yang belum berhasil ditangani oleh kolektor lancar, selanjutnya dilimpahkan ke field kolektor baget 2.
  3. kolektor baget 2. Tugas kolektor baget 2 adalah menangani konsumen dengan keterlambatan 30 hari – 60 hari. Penanganan yang dilakukan kolektor baget 2 lebih intensif lagi karena tingkat kesulitan yang ada dalam baget 2 lebih tinggi. Kolektor baget 2 melakukan penagihan ke konsumen menindaklanjuti penanganan yang telah dilakukan oleh kolektor baget 1, menyerahkan surat peringatan ke 3, melakukan negoisasi dan menerima angsuran konsumen. Konsumen-konsumen gagal bayar yang tidak bisa ditangani oleh  kolektor baget 2 selanjutnya dilimpahkan ke kolektor tarik atau remedial
  4. kolektor tarik/remedial. Tugas kolektor tarik/remedial adalah menindaklanjuti penanganan yang dilakukan oleh kolektor baget 2. penanganan ini lebih menekankan pada penarikan unit tapi tidak menutup kemungkinan menerima angsuran jika konsumen ternyata bisa melakukan pembayaran angsuran.

Permasalahan bad debt  yang biasanya dilimpahkan ke debt collector antara lain :

  1. konsumen susah ditemukan
  2. Kendaraan telah berpindah tangan ke pihak lain
  3. Kendaraan hilang/tidak diketahui keberadaannya
  4. Kendaraan digadai
  5. Kendaraan berada di luar pulau

Tindakan premanisme yang sering dilakukan oleh para Debt collector antara lain :

  1. Melakukan Intimidasi dan Memeras konsumen. Pertama kali yang dilakukan oleh Debt kolektor dalam menjalankan tugasnya biasanya mendatangi konsumen. Tujuannya adalah meminta pertanggung jawaban konsumen untuk menyelesaikan kewajibannya, selain itu juga untuk mencari tahu kronologi dan informasi keberadaan kendaraan. Disini biasanya debt kolektor melakukan intimidasi, ancaman dan meminta paksa sejumlah uang ke pada konsumen.
  2. Penipuan ke konsumen. Penipuan ke konsumen biasanya dilakukan setelah kendaraan dapat di tarik oleh Debt kolektor, kemudian Debt kolektor dengan kerendahan hati menawarkan penyelesaian ke konsumen bahwa kendaraan akan dikembalikan ke konsumen asal konsumen bersedia membayar seluruh tunggakannya ditambah dengan biaya operasional yang telah dikeluarkan oleh Debt kolektor. Setelah konsumen bersedia memenuhi permintaan Debt kolektor,  kendaraan tidak dikembalikan ke konsumen sesuai janji, melainkan diserahkan ke leasing sebagai bukti keberhasilan tugasnya. Sejumlah uang yang telah konsumen berikan ke debt kolektor ternyata tidak diserahkan ke Leasing melainkan masuk ke kantong pribadi.
  3. Menggelapkan kendaraan tarikan. Kendaraan yang berhasil ditarik oleh debt kolektor tidak diserahkan ke leasing tapi justru malah digadaikan ke pihak lain dengan harga jauh lebih tinggi dari fee yang diberikan leasing. Kemudian Debt kolektor membuat laporan palsu ke pihak leasing bahwa kendaraan tidak/belum ditemukan.
  4. Perampasan kendaraan. Debt kolektor meminta secara paksa kendaraan dari tangan konsumen dan bisanya tindakan ini disertai dengan kekerasan, ancaman dan perbuatan yang tidak menyenangkan, sehingga konsumen dengan terpaksa membiarkan  kendaraan itu di bawa oleh debt collector.

Untuk itu ada beberapa tips yang mungkin berguna untuk menghadapi debt collector.

  1. Ajak bicara baik-baikutarakan bahwa memang sedang dalam kondisi kesulitan keuangan dan sampaikan bahwa sesegera mungkin apabila sudah ada maka akan melakukan pambayaran bahkan jika dimungkinkan akan melakukan pelunasan.
  2. Usir jika tidak sopanApabila debt collector datang dan berlaku tidak sopan maka konsumen berhak mengusir, karena konsumen berada di rumah sendiri.
  3. Tanyakan identitas. Indentitas dapat berupa kartu karyawan, atau surat kuasa bagi external. Ini sangat penting guna menghindari debt collector illegalyang berkeliaran.
  4. bila terpaksa harus melakukan pembayaran kepada debt collector(yang diberi kewenangan secara tertulis) mintalah Kwitansi, atau bayarlah langsung ke kantor apabila dirasakan anda tidak percaya pada debt collector yang datang.
  5. Janjikan pembayaran sesuai kemampuan dan kepastian, tetapi apabila tidak ada yang diharapkan terhadap kepastian dan kemampuan, maka jangan berjanji walau dibawah tekanan, (janji lama tapi tepat akan lebih baik daripada janji karena takut tapi meleset).
  6. Pertahankan unit kendaraan atau obyek jaminanHal ini sangat penting, mengingat kendaraan adalah milik anda, sesuai dengan STNK dan BPKB (bagi yang membeli Motor/Mobil secara cicilan melalui Finance) sedangkan Hubungan Konsumen dan Finance/Bank/Koperasi, KartuKredit adalah hutang-piutang => hukum Perdata BUKAN Pidana => Polisi DILARANG menangani permasalahan Hutang (sesuai …… kepolisian no 2 tahun 2002), hal ini perlu ditegaskan karena biasanya pihak Finance/Bank/Koperasi akan melaporkan Konsumen dengan tuduhan Penggelapan.
  7. Laporkan polisi. Apabila debt collectorbertindak memaksakan kehendak untuk menarik kendaraan/jaminan, karena tindakannya merupakan Perbuatan Melawan Hukum PIDANA,maka datanglah ke kantor polisi terdekat, dan buatlah laporan Tindak Pidana (TP) perampasan kendaraan dengan tuduhan pelanggaran pasal 368 KUHP dan pasal 365 ayat 2,3 dan 4 junto pasal 335 kuhp. Karena yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah Pengadilan, jadi apabila mau mengambil unit kendaraan/jaminan harus membawa surat penetapan Eksekusi dari Pengadilan Negeri.
  8. Titipkan kendaraanApabila dirasakan tidak mampu untuk mempertahankan kendaraan tersebut, maka titipkan kendaraan tersebut di kantor polisi terdekat dan mintalah surat tanda titipan.
  9. Mintalah bantuan hukum. Apabila anda dirasakan tidak mampu menyelesaikan masalah ini, maka dapat meminta bantuan hukum kepada LPK (Lembaga Perlindungan Konsumen) KOMNAS PK-PU terdekat atau BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) pada kantor Dinas Perdagangan setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *